Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger news

RSS

MANFAAT MENDAKI GUNUNG DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



Kira-kira beginilah.

MANFAAT MENDAKI GUNUNG DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Keegoisan, kesombongan, dan menyepelekan adalah bumbu perjalanan selama mendaki. Dan selama perjalanan itu pula kita belajar menjadi diri yang lebih baik. Dan inilah arti sebuah pendakian itu.

1. Menghargai Waktu dan Tenaga Setiap langkah naik ke atas dan setiap menit yang dihabiskan merupakan perjuangan bagi pendaki gunung. “Ayo, lima langkah lagi.” Waktu adalah kapan kita untuk istirahat dan kapan kita harus segera melanjutkan perjalanan. Tenaga adalah bagaimana cara kita mendaki dan bagaimana kita harus mengolahnya. Kita bisa belajar menghargai waktu dan tenaga dalam perjalanan hidup, memperjuangkan hubungan personal, pendidikan, dan bahkan karir.

2. Menentukan Target “Harus sampai pos 4 nanti sore, baru kita camp di sana. ” Pendaki pun juga perlu menentukan target, apakah itu cukup sampai pos 4 atau tetap lanjutkan perjalanan. Harus sampai puncak atau tidak. Semua pendaki punya target, dan kita harus bisa menentukan akhir pendakian kita. Bahkan dalam hidup, kita juga dituntut untuk menentukan target, apa tujuan hidup kita? belajar, nilai yang bagus, masuk universitas favorit, karir yang cerah dan sebagainya.

3. Pantang Menyerah Hal penting bagi pendaki adalah pantang menyerah, dia punya kalkulasi waktu, tenaga dan target. Sempoyongan dengan track yang menanjak, udara dingin, makan dan tidur di tenda bintang 100 ( bukan hotel bintang 7 ) tidak membuat langkah kita kembali pulang. Apapun yang kita hadapi dalam hidup, pasti ada namanya rintangan, bukan untuk dihindari, tapi untuk dilewati.

4. Tahu Batas Diri Bagi semua pendaki, tahu batas diri sendiri adalah faktor utama bagi keselamatan. Sadar akan kemampuan yang terbatas, tidak perlu memaksa. Tekad itu boleh, tapi tanpa perhitungan, juga sama dengan bunuh diri. Apakah perjalanan itu cukup 2 hari, 3 hari, sendiri atau bersama teman. Kita tahu batas diri masing - masing. Tentukan dan cari tahu cara meraihnya.

5. Makna Sebuah Rumah Pernahkah Anda merindukan rumah tempat tidur Anda? Hangatnya, empuknya, nyamannya? Ditengah gelap malam, dingin udara gunung, dan suhu 0 derajat celcius, rumah adalah tempat satu - satunya yang kita inginkan. Kita belajar mensyukuri dan menyayangi mereka yang ada di dalamnya. Walaupun sederhana, namun sebenarnya sangat berarti.

6. Rendah Hati Tidak semua pendaki adalah pemuda yang secara fisik gagah berani. Kita kadang berpapasan dengan mereka yang sudah tua dengan semangat mereka untuk menggapai puncak. Bahkan mendaki bersama - sama, kita perlu memahami keterbatasan orang lain. Tetap dalam kerendahan hati, karena yang kita capai bukan untuk disombongkan, tapi untuk dimaknai.

7. Pegang Teguh Idealisme Sifat egois dan mementingkan diri sendiri bukan jiwa seorang pendaki. Mereka tidak suka masuk dalam lingkungan kotor semacam itu. Empati dan simpati adalah tonggak penting dalam setiap pendakian. Hidup dan mati jaraknya hanya selangkah, tersesat atau tetap pada jalur.

8. Kesederhanaan Hidup Kita bisa belajar bagaimana hidup sederhana, lepas dari kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Dalam sebuah pendakian, makanan yang tidak enak sekalipun, bisa menjadi sangat lezat, apalagi bila disantap bersama - sama.

9. Romantisme Beberapa orang mendadak romantik kala naik gunung, apa lagi bila bersama pasangan, menanjak bersama, lelah bersama, menikmati alam pun bisa berdua. Bila menghadiahkan bunga dan coklat sudah biasa, pendaki menuliskan namamu di pasir di puncak tertinggi Sumbar.

10. Mengenal Banyak Orang Sudah jadi kebiasaan bagi pendaki untuk saling sapa, terutama bila berpapasan satu sama lain. Menyalakan api unggun adalah cara mudah mengajak pendaki lain untuk gabung bersama, menikmati hangatnya kopi susu. Saling bercerita, kita akan banyak belajar mengenal karakteristik orang.

11. Suka Dengan Tantangan Berbeda dengan cara liburan lainnya, dengan mendaki Anda butuh perjuangan ekstra. Langkah demi langkah, berat menahan beban, hanya untuk satu tujuan, puncak di atas awan. Di sana, kita bisa melihat seluruh perjalanan awal kita, semua terlihat jelas bagaimana kita berjuang melaluinya.

Andoeank Adventure

MANFAAT MENDAKI GUNUNG DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Keegoisan, kesombongan, dan menyepelekan adalah bumbu perjalanan selama mendaki. Dan selama perjalanan itu pula kita belajar menjadi diri yang lebih baik. Dan inilah arti sebuah pendakian itu.

1. Menghargai Waktu dan Tenaga

Setiap langkah naik ke atas dan setiap menit yang dihabiskan merupakan perjuangan bagi pendaki gunung. “Ayo, lima langkah lagi.” Waktu adalah kapan kita untuk istirahat dan kapan kita harus segera melanjutkan perjalanan. Tenaga adalah bagaimana cara kita mendaki dan bagaimana kita harus mengolahnya. Kita bisa belajar menghargai waktu dan tenaga dalam perjalanan hidup, memperjuangkan hubungan personal, pendidikan, dan bahkan karir.

2. Menentukan Target

“Harus sampai pos 4 nanti sore, baru kita camp di sana. ” Pendaki pun juga perlu menentukan target, apakah itu cukup sampai pos 4 atau tetap lanjutkan perjalanan. Harus sampai puncak atau tidak. Semua pendaki punya target, dan kita harus bisa menentukan akhir pendakian kita. Bahkan dalam hidup, kita juga dituntut untuk menentukan target, apa tujuan hidup kita? belajar, nilai yang bagus, masuk universitas favorit, karir yang cerah dan sebagainya.

3. Pantang Menyerah

Hal penting bagi pendaki adalah pantang menyerah, dia punya kalkulasi waktu, tenaga dan target. Sempoyongan dengan track yang menanjak, udara dingin, makan dan tidur di tenda bintang 100 ( bukan hotel bintang 7 ) tidak membuat langkah kita kembali pulang. Apapun yang kita hadapi dalam hidup, pasti ada namanya rintangan, bukan untuk dihindari, tapi untuk dilewati.

4. Tahu Batas Diri

Bagi semua pendaki, tahu batas diri sendiri adalah faktor utama bagi keselamatan. Sadar akan kemampuan yang terbatas, tidak perlu memaksa. Tekad itu boleh, tapi tanpa perhitungan, juga sama dengan bunuh diri. Apakah perjalanan itu cukup 2 hari, 3 hari, sendiri atau bersama teman. Kita tahu batas diri masing - masing. Tentukan dan cari tahu cara meraihnya.

5. Makna Sebuah Rumah

Pernahkah Anda merindukan rumah tempat tidur Anda? Hangatnya, empuknya, nyamannya? Ditengah gelap malam, dingin udara gunung, dan suhu 0 derajat celcius, rumah adalah tempat satu - satunya yang kita inginkan. Kita belajar mensyukuri dan menyayangi mereka yang ada di dalamnya. Walaupun sederhana, namun sebenarnya sangat berarti.

6. Rendah Hati

Tidak semua pendaki adalah pemuda yang secara fisik gagah berani. Kita kadang berpapasan dengan mereka yang sudah tua dengan semangat mereka untuk menggapai puncak. Bahkan mendaki bersama - sama, kita perlu memahami keterbatasan orang lain. Tetap dalam kerendahan hati, karena yang kita capai bukan untuk disombongkan, tapi untuk dimaknai.

7. Pegang Teguh Idealisme

Sifat egois dan mementingkan diri sendiri bukan jiwa seorang pendaki. Mereka tidak suka masuk dalam lingkungan kotor semacam itu. Empati dan simpati adalah tonggak penting dalam setiap pendakian. Hidup dan mati jaraknya hanya selangkah, tersesat atau tetap pada jalur.

8. Kesederhanaan Hidup

Kita bisa belajar bagaimana hidup sederhana, lepas dari kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Dalam sebuah pendakian, makanan yang tidak enak sekalipun, bisa menjadi sangat lezat, apalagi bila disantap bersama - sama.

9. Romantisme

Beberapa orang mendadak romantik kala naik gunung, apa lagi bila bersama pasangan, menanjak bersama, lelah bersama, menikmati alam pun bisa berdua. Bila menghadiahkan bunga dan coklat sudah biasa, pendaki menuliskan namamu di pasir Mahameru, puncak tertinggi Jawa.

10. Mengenal Banyak Orang

Sudah jadi kebiasaan bagi pendaki untuk saling sapa, terutama bila berpapasan satu sama lain. Menyalakan api unggun adalah cara mudah mengajak pendaki lain untuk gabung bersama, menikmati hangatnya kopi susu. Saling bercerita, kita akan banyak belajar mengenal karakteristik orang.

11. Suka Dengan Tantangan

Berbeda dengan cara liburan lainnya, dengan mendaki Anda butuh perjuangan ekstra. Langkah demi langkah, berat menahan beban, hanya untuk satu tujuan, puncak di atas awan. Di sana, kita bisa melihat seluruh perjalanan awal kita, semua terlihat jelas bagaimana kita berjuang melaluinya.

Impian Lah Yang Mengalahkan Semua.....
Jangan Takut Untuk Bermimpi
Top

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CARA MENGGUNAKAN KOMPAS ORIENTEERING

ORIENTEERING
Kompas yang baik mempunyai cairan yang terdapat di dalamnya; cairan tersebut mengatur gerakan dari jarum, sehingga anda dapat menggunakan kompas dengan baik walaupun memegangnya kurang dengan sempurna. Jangan membeli kompas yang murah tetapi tanpa cairan yang terdapat di dalamnya. Jarum kompas diwarnai dalam dua warna. Jika kompas digenggam secara benar (mendatar), ujung warna merah mengarah ke utara, dan putih mengarah ke selatan.

Sebuah detail yang menarik adalah bahwa ada kompas utara - selatan - dan belahan bumi . Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa garis-garis medan magnet , yang sejalan jarum kompas , titik ke bumi di utara dan selatan kutub magnet . kompas orienteeringKetika ANDA menggunakan kompas Utara hemispher di , katakanlah , austeralia , arah Selatan Bahasa Dari magnet mengarah kebawah Oleh medan magnet , Dan JUGA lebih Kendaraan bermotor dibanding arah Utara - hasil di Jarum Yang dapat Ditangkap Dan ditarik FUNDS Ditempatkan kompas ketika kompas diletakkan secara horizontal. Bila Anda menggunakan belahan bumi utara kompas dalam, katakanlah , Australia , ujung selatan magnet ditarik ke bawah oleh medan magnet , dan juga lebih berat dari ujung utara - menghasilkan jarum yang menangkap dan menyeret bagian bawah kompas perumahan ketika kompas dipegang horisontal .
Sebuah kompas yang baik akan bertahan lama . Namun, beberapa hal yang bisa salah dengan kompas : komponen plastik dapat mematahkan , atau perumahan dapat mengembangkan kebocoran . Seiring waktu , cairan dalam perumahan dapat mengubah sebuah buram biru-hijau . Dan , sangat jarang , magnetisasi dari jarum kompas dapat membalikkan , sehingga ujung selatan sekarang menunjuk ke utara


Ada Dua Tipe Kompas Orienteering : 



Kompas tipe ini ditemukan oleh Kjellstrom bersaudara semasa perang dunia II dan terdiri atas sebuah rectangular baseplate, yang ditandai dengan panah warna merah sepanjang axis, dan lingkaran kompas ditandai derajat (hampir di seluruh dunia untuk lingkaran penuh adalahy 360 derajat , tetapi sebagian belahan eropa menggunakan 400 derajat). Tanda dibagian dasar rumah kompas adalah sebuah panah dan sebuah garis paralel di dalam panah tsb. tampilan tambahan mungkin termasuk lanyard untuk memasang kompas di pinggang, garis skala untuk ukuran jarak peta sepanjang satu atau lebih ujung dari baseplate, sebuah cermin untuk membaca peta secara detail, dan lubang berbentuk lingkaran dan segitiga untuk menandai jalur orienteering diatas peta. 

Kompas Jempol / Ibujari



Di pertengahan tahun 1980 an, sebuah organisasi orienteering top dari Swedia membuat terobosan untuk mengganti kompas baseplate dengan mempertajam baseplate dan membuat lubang untuk memasang kompas tsb di jempol. Kompas ini lalu dipasang di jempol tangan kiri, diletakkan di atas kompas yang juga dipegang dengang tangan kiri pula. Keuntungan dari sisitem ini adalah peta dan kompas selalu di baca dalam satu unit, peta menjadi lebih mudah di baca dan cepat, ditambah satu tangan bebas bergerak; kekurangan adalah sudut yang sangat akurat sesuai dengan sudut kompas sangat sulit diambil. Kesukaan seseorang biasanya menentukan pemakaian tipe kompas yang akan dipakai; kejuaraan dunia memperbolehkan penggunaan kedua tipe kompas tersebuat. 
Menggunakan tipe kompas yang lain, ada dua skill dasar yang dibutuhkan seorang orienteer :
 Membaca Peta
 Mengambil Sudut

Menggunakan kompas untuk membaca peta
Ini adalah teknik yang sederhana, dan ini mungkin kegunaan kompas yang paling penting :
 Pegang kompas secara horizontal.
Letakkan kompas mendatar di atas peta.
 putar peta sampai "garis utara" dari peta sejajar/satu garis lurus dengan jarum kompas.
Arah peta sekarang sudah sama dengan medan yang sebenarnya. Ini membuat lebih mudah dibaca, seperti membaca tulisan akan lebih mudah dari atas ke bawah. 


Mengambil sudut
Setiap arah dapat dinyatakan sebagai sebuah sudut dengan acuan arah utara. di dalam kemiliteran atau kepramukaan, ini dinamakan sebuah "azimuth", dan sudut-sudutnya dinyatakan oleh angka dengan satuan derajat. Orienteer mempunyai cara yang mudah, hanya mengatur sudut pada kompas mereka dan menjaga jarum tetap dan tidak berubah, yang mana akan membawa mereka ke arah yang di tuju. Cara mudah mengatur arah pada kompas orienteering adalah :
 letakkan kompas di atas peta sehingga jarum kompas mengarah ke atas sesuai dengan jalan yang ingin anda tuju
a.       putar rumah kompas sehingga jarum kompas paralel dengan arah utara yang terdapat di peta (pastikan titik panah utara dan bukan selatan)
b.   mengambil kompas dari peta dan tahan di depan Anda sehingga arah panah perjalanan menunjuk langsung di depan Anda
c.       memutar tubuh Anda sampai jarum kompas sejajar dengan panah di dasar rumah kompas

d.       memilih objek yang menonjol di depan Anda sepanjang arah perjalanan, pergi ke sana, dan ulangi proses (cara ini Anda dapat memutar sekitar penghalang tapi masih tinggal di bantalan Anda)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Menggunakan Kompas biasa

Cara Menggunakan Kompas

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1GuNGglJMNVZ6prEWhkYVufHRTDBXsz0dAxtxSvTVh28wCKDt4MPjP8vaAl4oe_MqQMnuS18928dX613hFc-8WG5p-ZZg4Wm3d5pdWdesG5Q8_sHMbCe3QmBq-RYq2qM1hy1bU2ikBLZM/s1600/download.jpgKompas adalah alat yang berfungsi untuk menunjukkan arah mata angin. Dan bagi para petualang, haruslah mengetahui dengan benar tentang kompas dan kinerjanya. Bahwasannya, dengan mengetahui dan bisa membaca peta dengan arah kompas, maka kemungkinan akan tersesat menjadi semakin kecil. Penting sebenarnya bagi penggiat alam bebas, tetapi banyak yang belum menggunakannya.

Bagian - bagian penting dari Kompas :

1. Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka derajat dan huruf mata angin.
2. Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran.
3. Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat Kompas.
4. Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara Magnet.
5. Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45o yang dapat diputar.
6. Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang Kompas saat membidik.

Cara Mempergunakan Kompas :

1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut dan menunjukkan ARAH UTARA MAGNET
2. Bidik sasaran melalui Visir, melalui celah pada, kaca pembesar, setelah itu miringkan kaca pembesar kira - kira bersudut 50o dengan kaca dial.

Kaca pembesar tersebut berfungsi sebagai :

a. Membidik ke arah Visir, membidik sasaran.

b. Mengintai derajat Kompas pada Dial.

3. Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar

4. Apabila sasaran bidik 30o maka bidiklah ke arah 30o. Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran sepanjang jalur 30o. Carilah sebuah benda yang menonjol / tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30o tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita Melambung ( keluar dari route ) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30 derajat.

5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading ) agar kita dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perjalanan.

Rumus Back Azimuth / Back Reading

1. Apabila sasaran kurang dari 180 derajat = ditambah 180 derajat0 derajat – 180 derajat = X + 180 derajat


2. Apabila sasaran lebih dari 180 derajat = dikurang 180 derajat
180 derajat – 360 derajat = X – 180 derajat


Contoh :

30 derajat sasaran baliknya adalah 30 derajat + 180 derajat = 210 derajat

240 derajat sasaran baliknya adalah 240 derajat – 180 derajat
= 60 derajat


Mata Angin

U = Utara : 0° atau 360°


TL = Timur Laut : 45°


T = Timur : 90°


TG = Tenggara : 135°


S = Selatan : 180°


BD = Barat Daya : 225°


B = Barat : 270°


BL = Barat laut : 315°


MENENTUKAN ARAH MATA ANGIN


Menentukan arah mata angin ( Utara Magnet ) dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan tanpa menggunakan kompas, antara lain :

1. Makam / kuburan orang Islam.

2. Tempat ibadah ( Masjid / Musholah ).

3. Terbitnya matahari / bulan.

4. Lumut pada pohon. ( sebelah kiri dan kanan batang pohon )

5. Pucuk / ujung daun pada pohon.

6. Silet.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menentukan Arah Mata Angin


Menentukan Arah Mata Angin Beberapa cara menentukan arah mata tanpa kompas adalah sebagai berikut :

  1.  Menggunakan Bayangan Di Indonesia matahari terbit dari arah timur dan tenggelam arah barat. Cahaya matahari bisa kita manfaatkan untuk menentukan arah mata angin, pada pagi hari bayangan matahari cenderung ke arah barat dan pada sore hari bayangan akan cenderung ke arah timur. Bayangan matahari ini juga bisa untuk menentukan waktu.
  2. Melihat Masjid Masjid bisa kita manfaatkan untuk menentukan arah mata angin, arah masjid di Indonesia cenderung mengarah ke Barat atau masjidil haram (Ka’bah), bila dalam suatu perjalanan kita bingung menentukan arah mata angin kita bisa melihat arah masjid. Dan tentu saja ini tidak berlaku di semua negara, hanya berlaku di negara-negara sebelah timur Arab.
  3. Manfaatkan Pohon Bagi anda yang tersesat di hutan, coba perhatikan pohon. Perhatikan setiap sisi batang pohon. Sisi pohon berbatang besar yang terkena sinar matahari dan tidak berlumut menunjukkan arah barat/timur. Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon berbatang besar ini, dan rasakan suhunya. Suhu yang agak hangat merupakan sisi yang terakhir kali terkena sinar matahari, maka itu menentukan arah barat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CARA MENGUNAKAN KOMPAS BIDIK

Cara pemakaian Kompas Bidik - Kompas bidik adalah kompas yang berfungsi untuk mengetahui besar sudut suatu objek medan terhadap arah utara magnetis bumi secara akurat. Kompas bidik dilengkapi dengan jarum pisir yang berfungsi sebagai titik bidik sejajar terhadap objek di lapangan. Lensa bidik pada kompas ini juga memungkinkan kita dapat langsung membaca hasil bidikan.
Sebelum mengetahui cara pemakaian Kompas Bidik sebaiknya kita pelajari dahulu bagian-bagian kompas bidik ini terlebih dahulu. Berikut ini komponen kompas bidik:
1. Kawat Pisir, berfungsi sebagai garis pemandu ketepatan ke arah objek bidikan
2. Piringan skala derajat, sebagai penunjuk derajat hasil bidikan dan arah mata angin
3. Jarum kompas, magnet sebagai penunjuk arah utara-selatan magnetis bumi, sekaligus sebagai pemutar piringan skala derajat secara otomatis
4. Rumah kompas, berfungsi sebagai pelindung komponen utama kompas (skala, jarum, tanda arah mata angin)
Komponen kompas bidik

5. Lensa pembidik, sebagai alat bantu untuk membaca hasil derajat bidikan dan mensejajarkan kompas dengan objek bidik
Setelah kita mengetahui komponen-komponen kompas bidik sekarang kita jelaskan cara pemakaian Kompas Bidik ini, berikut langkah-langkah penggunaannya:
1. Buka kompas bidik!
2. Masukkan jempol kanan ke handle pengait!
3. Arahkan posisi kita ke objek yang akan dibidik!
4. Dekatkan mata kita pada lensa kompas untuk mempermudah bidikan objek!
5. Arahkan kompas (kawat pisir) pada objek yang akan dibidik setepat mungkin! Lensa pembidik, kawat pisir, dan objek bidik harus satu garis lurus atau sejajar

Cara menggunakan kompas bidik

6. Setelah dipastikan sejajar, pertahankan bidikan sambil melihat (membaca) hasil yang ditunjukkan pada skala derajat. Hasil penunjukan tersebut merupakan sudut objek bidik (Azimut) yang digunakan sebagai dasar perhitungan untuk mengetahui posisi kita dan objek itu sendiri.

7. Cara pemakaian Kompas Bidik telah selesai…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS